Gambaran Umum Produk:
Nikel adalah logam berwarna putih keperakan dengan tekstur keras dan rapuh. Logam ini tetap stabil di udara pada suhu kamar dan merupakan unsur yang relatif tidak aktif. Nikel bereaksi dengan mudah dengan asam nitrat, sedangkan reaksinya dengan asam klorida atau asam sulfat encer lebih lambat. Nikel terdapat secara alami dalam berbagai bijih, seringkali berikatan dengan sulfur, arsenik, atau antimon, dan terutama bersumber dari mineral seperti kalkopirit dan pentlandit. Nikel dapat ditemukan dalam air limbah dari pertambangan, peleburan, produksi paduan, pengolahan logam, pelapisan listrik, industri kimia, serta pembuatan keramik dan kaca.Analisis ini mampu beroperasi secara otomatis dan terus menerus tanpa intervensi manual jangka panjang berdasarkan pengaturan lapangan. Alat ini banyak digunakan untuk memantau air limbah polusi industri, air limbah proses industri, air limbah instalasi pengolahan air limbah industri, dan air limbah instalasi pengolahan air limbah perkotaan. Tergantung pada kompleksitas kondisi pengujian di lokasi, sistem pra-perlakuan yang sesuai dapat dikonfigurasi secara opsional untuk memastikan proses pengujian yang andal dan hasil yang akurat, sepenuhnya memenuhi kebutuhan berbagai skenario lapangan.
Prinsip Produk:
Produk ini menggunakan metode pengukuran spektrofotometri. Setelah sampel air dicampur dengan zat penyangga, dan dengan adanya zat pengoksidasi kuat, nikel diubah menjadi ion-ion dengan valensi lebih tinggi. Dengan adanya larutan penyangga dan indikator, ion-ion dengan valensi lebih tinggi ini bereaksi dengan indikator membentuk kompleks berwarna. Analisis mendeteksi perubahan warna ini, mengubah variasi tersebut menjadi nilai konsentrasi nikel, dan menampilkan hasilnya. Jumlah kompleks berwarna yang dihasilkan sesuai dengan konsentrasi nikel.
Parameter Teknis:
| TIDAK. | Nama Spesifikasi | Parameter Spesifikasi Teknis |
| 1 | Metode Pengujian | Spektrofotometri Dimetilglioksim |
| 2 | Rentang Pengukuran | 0~10 mg/L (Pengukuran segmen, dapat diperluas) |
| 3 | Batas Deteksi Terbawah | ≤0,05 |
| 4 | Resolusi | 0,001 |
| 5 | Ketepatan | ±10% |
| 6 | Pengulangan | ±5% |
| 7 | Pergeseran Nol | ±5% |
| 8 | Pergeseran Rentang | ±5% |
| 9 | Siklus Pengukuran | Siklus pengujian minimum 20 menit |
| 10 | Mode Pengukuran | Interval waktu (dapat disesuaikan), setiap jam, atau berdasarkan pemicu. mode pengukuran, dapat dikonfigurasi |
| 11 | Mode Kalibrasi | Kalibrasi otomatis (dapat disesuaikan 1~99 hari), kalibrasi manualdapat dikonfigurasi berdasarkan pada sampel air sebenarnya |
| 12 | Siklus Pemeliharaan | Interval perawatan >1 bulan, setiap sesi sekitar 30 menit. |
| 13 | Pengoperasian Manusia-Mesin | Layar sentuh dan input perintah |
| 14 | Pemeriksaan & Perlindungan Mandiri | Diagnosis mandiri status instrumen; penyimpanan data setelahnya kelainanatau pemadaman listrik; otomatispembersihan reaktan sisadan dimulainya kembalioperasi setelah abnormalpengaturan ulang atau pemulihan daya |
| 15 | Penyimpanan Data | Kapasitas penyimpanan data selama 5 tahun |
| 16 | Antarmuka Masukan | Input digital (Saklar) |
| 17 | Antarmuka Keluaran | 1x RS232, 1x RS485, 2x output analog 4~20mA |
| 18 | Lingkungan Operasi | Untuk penggunaan di dalam ruangan, suhu yang disarankan 5~28°C, Kelembapan ≤90% (tidak mengembun) |
| 19 | Catu Daya | AC220±10%V |
| 20 | Frekuensi | 50±0,5 Hz |
| 21 | Konsumsi Daya | ≤150W (tidak termasuk pompa pengambilan sampel) |
| 22 | Ukuran | 520mm(T)x 370mm(L)x 265mm(D) |









