1.Gambaran Umum Produk:
Kebutuhan oksigen kimia (COD) mengacu pada konsentrasi massa oksigen yang dikonsumsi oleh oksidan ketika mengoksidasi zat pereduksi organik dan anorganik dalam sampel air dengan oksidan kuat di bawah kondisi tertentu. COD juga merupakan indeks penting yang mencerminkan tingkat pencemaran air oleh zat pereduksi organik dan anorganik.
Analisis ini dapat bekerja secara otomatis dan terus menerus dalam waktu lama tanpa pengawasan sesuai dengan pengaturan di lokasi. Alat ini banyak digunakan dalam pengolahan air limbah sumber pencemaran industri, air limbah proses industri, air limbah instalasi pengolahan air limbah industri, air limbah instalasi pengolahan air limbah perkotaan, dan berbagai keperluan lainnya. Sesuai dengan kompleksitas kondisi pengujian di lokasi, sistem pra-pengolahan yang sesuai dapat dipilih untuk memastikan proses pengujian yang andal, hasil pengujian yang akurat, dan sepenuhnya memenuhi kebutuhan berbagai keperluan.
2.Prinsip Produk:
Sampel air, larutan digesti kalium dikromat, larutan perak sulfat (perak sulfat sebagai katalis dapat ditambahkan untuk mengoksidasi senyawa alifatik linier secara lebih efektif) dan campuran asam sulfat pekat dipanaskan hingga 175℃. Warna senyawa organik dalam larutan oksidasi ion dikromat akan berubah. Analisis mendeteksi perubahan warna dan mengubah perubahan tersebut menjadi nilai COD kemudian mengeluarkan nilainya. Jumlah ion dikromat yang dikonsumsi setara dengan jumlah zat organik yang dapat dioksidasi, yaitu COD.
3.Parameter Teknis:
| TIDAK. | Nama | Spesifikasi Teknis |
| 1 | Rentang Aplikasi | Cocok untuk air limbah dengan COD dalam kisaran 10~5.000 mg/L dan konsentrasi klorida kurang dari 2,5 g/L Cl-. Sesuai dengan kebutuhan aktual pelanggan, dapat diperluas ke air limbah dengan konsentrasi klorida kurang dari 20 g/L Cl-. |
| 2 | Metode Pengujian | Pencernaan kalium dikromat pada suhu tinggi, penentuan kolorimetrik |
| 3 | Rentang pengukuran | 10~5.000 mg/L |
| 4 | Batas deteksi terendah | 3 |
| 5 | Resolusi | 0.1 |
| 6 | Ketepatan | ±10% atau ±8mg/L (Pilih nilai yang lebih besar) |
| 7 | Pengulangan | 10% atau 6 mg/L (Pilih nilai yang lebih besar) |
| 8 | Pergeseran Nol | ±5mg/L |
| 9 | Pergeseran Rentang | ±10% |
| 10 | Siklus pengukuran | Minimal 20 menit. Tergantung pada sampel air sebenarnya, waktu pencernaan dapat diatur dari 5 hingga 120 menit. |
| 11 | Periode pengambilan sampel | Interval waktu (dapat disesuaikan), jam integral, atau mode pengukuran pemicu dapat diatur. |
| 12 | Kalibrasi siklus | Kalibrasi otomatis (dapat disesuaikan 1-99 hari), sesuai dengan sampel air aktual, kalibrasi manual dapat diatur. |
| 13 | Siklus perawatan | Interval perawatan lebih dari satu bulan, sekitar 30 menit setiap kali. |
| 14 | Pengoperasian manusia-mesin | Layar sentuh dan input instruksi. |
| 15 | Pemeriksaan perlindungan mandiri | Status kerja bersifat diagnostik mandiri, data tidak akan hilang jika terjadi kondisi abnormal atau pemadaman listrik. Secara otomatis menghilangkan sisa reaktan dan melanjutkan pekerjaan setelah reset abnormal atau pemadaman listrik. |
| 16 | Penyimpanan data | Penyimpanan data minimal setengah tahun. |
| 17 | Antarmuka masukan | Jumlah sakelar |
| 18 | Antarmuka keluaran | Dua output digital RS485, Satu output analog 4-20mA |
| 19 | Kondisi Kerja | Bekerja di dalam ruangan; suhu 5-28℃; kelembapan relatif ≤90% (tidak ada kondensasi, tidak ada embun) |
| 20 | Konsumsi Catu Daya | AC230±10%V, 50~60Hz, 5A |
| 21 | Ukuran | 355×400×600(mm) |










